Diskusi Memancing Anarki, Urgensi Pembebasan Lahan Terdampak TPAS Galuga Terabaikan
M. Ilyas, Jawa Barat || Forum Discussion Group (FGD) terkait sosialisasi sistem baru Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) dianggap menjadi pengalihan isu, dari persoalan utama yang telah dibahas sebelumnya yaitu pembebasan lahan sehingga menjadi pemicu adanya kerusuhan.
Pembebasan lahan milik masyarakat yang telah lama tertimbun dampak dari kegiatan pembuang - an sampai yang telah melampaui batas maksim - um Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Rabu 18 Januari 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Kamaluddin dari Forum Masyarakat Galuga (FMG) yang datang bersama para perwakilan warga terdampak lahan TPAS Galuga.
"Seharusnya pihak Pemerintah Kecamatan lebih pokus dari persoalan utama yaitu pembebasan lahan warga terdampak TPAS milik Kabupaten Bogor yang ada di Galuga.
Dengan kegiatan ini (fgd) apa urgensinya untuk warga pemilik lahan yang terdampak langsung akibat pembuangan sampah yang sudah over - load sehingga mencemari lahan milik warga," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Kamaluddin lebih tegas menyatakan FGD yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Cibungbulang, sebagai cara untuk mengalihkan isu utama dari persoalan inti.
"Ini soal pembebasan lahan ganti untung untuk masyarakat yang terdampak langsung dari TPAS Galuga kalau untuk FGD itu hal lain, inginnya kami itu focus dari persoalan awal saja," katanya.
Senada dengan Kamaluddin, Oji perwakilan dari masyarakat Dukuh menyatakan, akan melakukan aksi massa bersama warga yang terdampak di wilayah Desa Dukuh.
"Agendanya besok hari Kamis 19 Januari 2026 kami akan melakukan aksi massa di pintu masuk TPAS Galuga, karena hari ini saja sudah tidak ada kepedulian Pemerintah Kecamatan Cibungbulang terhadap persoalan kami.
Jadi jangan dzolimi kami, karena ladang ini milik kami sebagai lahan penghidupan bagi Keluarga kami, namun sejak tercemar oleh adanya TPAS Galuga lahan tersebut sudah tidak produktif lagi," ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, Agung Surachman Ali belum dapat dikonfirmasi kabarrilis.com


Posting Komentar