-->
  • Jelajahi

    Copyright © Kabarrilis.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Gempabumi Tektonik M6.0 di Laut Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

    Admin Kabarrilis.com
    Saturday, March 23, 2024, 00:13 WIB Last Updated 2024-03-22T17:13:15Z
    masukkan script iklan disini

     

    Ipay || Kabarrlis.com - Jakarta.P

    antai Barat Gresik, Jawa Timur diguncang gempa tektonik., pada Hari Jumat 22 Maret 2024 sekitar pukul 11.22.45 WIB.

    Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah TimurLaut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

    Jenis dan mekanisme gempa bumil, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( _strike-slip_ ).

    Dilansir dari website resmi BMKG menyebutkan, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI. Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI.

    Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

    Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, S.Si., M.Si. mengatakan, hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan ( _aftershock_ ) dengan M4,4.

    "Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ungkapnya.

    Dr. Daryono meminta agar, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

    Sumber : BMKG

    Politik

    +