-->
  • Jelajahi

    Copyright © Kabarrilis.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Akses Utama Parungpanjang Bogor Lumpuh Total, Sopir Truk Tutup Akses Jalan

    Admin Kabarrilis.com
    Thursday, March 14, 2024, 17:21 WIB Last Updated 2024-03-14T10:22:49Z
    masukkan script iklan disini
    Kabarrilis.com   |  Bogor - Ratusan sopir truk tambang di wilayah Parung Panjang Kabupaten Bogor kembali melakukan unjuk rasa, pada hari rabu Rabu (13/3/2024). 

    Dalam aksi itu, para sopir pun, memarkirkan kendaraannya di tengah jalan Mohamad Toha tepatnya di depan kantor kecamatan parungpanjang. Hingga menyebabkan akses jalan tersebut macet total.

    Diketahui, Aksi protes itu, dipicu aturan pembatasan operasional kendaraan truk tambang pada pukul 22.00-05.00 WIB. 

    Sebelumnya, pemerintah setempat pun melakukan uji coba truk tambang tanpa muatan boleh melintas pada pukul 13.00-16.00 WIB.

    Kurni perwakilan dari Para sopir tambang berharap agar peraturan yang sudah di tetapkan pemerintah untuk di kembalikan.

    "Jadi kami dari perwakilan para sopir ingin peraturan yang sudah di tetapkan dikembalikan beroperasi ingin melintas tidak bermuatan dari jam 13:00 - 16:00 karena kalau di jam itu ditutup lagi sangat menghambat sekali kepada kami para supir," uacpnya.

    Lanjut Kurni menyampaikan, sekarang operasional diberlakukan dari jam 22:00 - 05:00 bermuatan maupun tidak bermuatan mangkannya kami semua perwakilan dari pada driver sangat keberatan dengan adanya peraturan yang diberlakukan saat ini .

    "Kami masih menunggu titik baiknya dari semua para tokoh tokoh, pemerintahan, dishub, polisi, Koramil biar semua berjalan dengan baik biar ada keputusan dan titik terang ada jawaban kami bisa lancar lagi," Tuturnya.

    Harapannya, kata Kurni, cuman itu saja, biar lancar semua intinya supir minta operasional kosongan dari jam 13:00 - 16:00.

    "Kami tidak ada tuntutan apa-apa lagi karena kalau kami kosongan ditahan kita tidak ada ritasi jadi dua hari dua malam kita cuman dapat satu ritasi jadi penghasilan sangat minim," pungkasnya. 

    Editor : Redaksi

    Politik

    +