Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nur Anissa Wardani Menggagas Tropeo Sebagai Wahana Kreativitas Pemuda

 

Laporan : Ipay ||

Kabarrilis.com, Bogor - Nur Annisa Wardani dara muda penuh karya, Caleg Partai Golongan Karya (Golkar) berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Nomor 9, menjadikan Torpeo sebagai salah satu wadah untuk sarana olahraga dan hobi bagi para milenial.

Kegiatannya, sepak bola torpeo secara berkelanjutan dilaksanakan di tiap - tiap wilayah Desa, yang berada di dapil lima Kabupaten Bogor Bagian Barat.

"Untuk hari kemarin Sabtu 13 Januari 2024, kegiatan yang bergerak di bidang olahraga sepak bola tournament torfeo, kegiatan awal yang langsung dibuka oleh Nur Anissa Wardani caleg nomor 9 dari partai golkar," ujar Irvan, Ketua tim pemenangan dara muda penuh karya, Irvan Minggu 14 Januari 2024.

Acara tournament torfeo tersebut di adakan di Kecamatan Leuwiliang Desa Puraseda, lanjut Irvan "Hari Minggu ini giliran desa Karyasari dan selanjutnya desa Purasari," katanya.

Menurut Irvan, pertandingan perdana di Desa Puraseda, Kampung Puraseda di lapangan Cikoneng. Tujuannya untuk menyerap aspirasi kaula muda dalam bidang hobi dan olahraga. 

"Dalam kegiatan ini di support sepenuh nya untuk menyerap aspirasi dari kaula muda secara berkelanjutan, pemuda pemudi yang ada di 3 desa yang ingin mengembangkan lebih jauh lagi tentang persepak bolaan. Jadi kita bersama dari tim kemenangan Ibu Dewan Nur Anissa Wardani itu menyerap aspirasi tersebut dan merealisasikannya sekarang " tegas Irvan.

Lebih lanjut Irvan menyatakan, bagi para penonton yang menyaksikan pertandingan liga sahabat Anissa, telah disediakan doorprize dengan, diikuti 12 tim yang berlaga dalam pertandingan.

"Itu diberikan bukan kepada pemain tetapi kepada para penonton yang menyaksikan pertandingan. Usulan yang kami serap dari kegiatan olahraga sepak bola Torpeo tersebut, disambut antusiasme masyarakat sangat banyak yang menyaksikan dan sangat luar biasa serta jumlah estimasi para pemain yang berlaga ada sepuluh club' per club' nya itu 12 orang dan ada kurang lebih dengan penonton seribu orang," katanya.

Sistim permainan yang digunakan oleh Irvan, didalam pertandingan sepak bola Torpeo yang digelanya, menggunakan sekali kalah langsung gugur. 

"Untuk sistem pertandingan sepak bola torfeo itu kategorinya sistem gugur dan dihari itu pun finalnya juga sepuluh club' bertanding pada satu waktu sekaligus langsung final.

Dari Bu dewan Nur Anissa menyiapkan piala trofi untuk kategori Juara I, II dan III. Untuk Juara 4 nya uang pembinaan termasuk sertifikat bag semua kategori juara.

Seluruh kegiatannya disuport sepenuh nya oleh Ibu Anissa, juara I itu ada piala utama atau disebut piala bergilir, nanti program kedepannya bukan hanya di hari ini saja. Melainkan setelah dilantik menjadi dewan, itu akan menjadi salah satu program untuk pembinaan kaula muda yang hobi di bidang sepak bola," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irvan juga membeberkan seluruh hadiah yang di berikan kepada para pemenang, dari mulai tropi sampai uang pembinaannya.

"Hadiah yang di siapkan yang pertama piala bergilir juara I uang pembinaan dua juta, Juara II uang pembinaan satu juta lima ratus, juara III uang pembinaan satu juta, dan juara empat uang pembinaan lima ratus ribu.

Sementara untuk doorprize karena kita menyentuh untuk penonton notabane nya ibu ibu dan sesuai kajian tim, maka kami siapkan hadiah doorprize untuk kebutuhan rumah tangga.

"Seperti panci, ember, dispenser serta kompor gas dan yang lain-lainnya,untuk para penontonnya di dominasi dari dua desa, karena kecamatan Leuwiliang itu wilayah paling ujung yang berbatasan dengan kabupaten Sukabumi . Itu desa terujungnya desa purasari, merupakan tapal batas antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor," pungkas Irvan.