Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

wa

310 Rumah Warga Desa Purasari Rusak Terguncang

 

Laporan : Ipay ||

Kabarrilis.com, Bogor - 310 Rumah milik warga Kampung Cianten dan Cikaret Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rusak berat sedang dan ringan diduga akibat dari gempa berkekuatan 4,6 skala richter (sr) yang berpusat di laut selatan Sukabumi di kedalaman 5 km.

Menurut Kepala Desa (Kades) Purasari Agus Soleh Lukman, wilayah terdampak guncangan tersebut berlokasi diarea RW 10 dan 11, Kamis 14 Desember 2023.

"Kejadiannya sekitar pukul 06.45 pagi tadi, untuk sementara sesuai data yang baru kami terima jumlahnya sekitar 310 rumah milik warga," ujarnya di sela-sela kegiatan peninjauan.

Dia menyatakan, lokasi yang terdampak bencana berada di wilayah Dusun 4 dan 5, Kampung Pel Cianten yang sedang di assesment oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

"Dari pagi sampai siang ini, pihak terkait  diantaranya adalah bpbd, damkar unit Leuwiliang, bersama rekan-rekan yang Pemdes, RT, RW,dusun. Semua sudah melaksanakan kegiatan di wilayah area terdampak," katanya.

Lebih lanjut Agus menjabarkan, "hasil dari maping sampai saat ini, di wilayah dusun 5 sekitar 154 rumah dan di dusun 6 sekitar 156 rumah.

Total keseluruhan baru 310 rumah serta belum ada data tambahan dari dusun 4 dan  dusun 2 ada juga. Untuk kerusakan mulai dari dinding, atap yang dimana kerusakan dari ringan, sedang sampai berat.

Kita sudah usulkan ke pihak BPBD untuk disegerakan ada tenda darurat bersama kebutuhan-kebutuhan yang lain," terang Agus Soleh Lukman.

Masih kata Agus, kejadian ini memang kesekian kalinya, getaran-getaran sendiri sudah sering terjadi dari dulu. Terakhir sekitar seminggu sebelumnya sudah terjadi dan ini terjadi susulan.

"Mengenai wilayah cianten dekat dengan lempengan gunung salak, nah ini yang saya khawatir kan Karenakan ada kegiatan-kegiatan di wilayah SE, saya khawatir saat ini jadi ada indikasi-indikasi ke sana. 

Kenapa saya mengindikasikan ke sana ? karena memang di kaki kaki gunung salak sendiri kalau, misalkan ini di terjadi titik koordinat di kebencanaan wilayah gunung salak seperti kawah ratu. 

Sementara dikaki kaki gunung salak lain tidak terdampak artinya Kenapa di sekitaran kaki ke Gunung Salak yang lain tidak terjadi kenapa kok di sini bisa terjadi," pungkasnya.