Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

wa

Selain Hujan, Adakah Penyebab Lain Dari Tanah Anjlok dan Banjir di Desa Purasari

 

Laporan : Raga Sukma ||

kabarrilis.com - Bogor - Alternatif jalan jalur lingkar desa Purasari menuju Tanjungsari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor amblas sedalam 1,5 meter dampak dari adanya hujan lebat atau adanya penyebab lainnya ?.

Mengingat Purasari merupakan, wilayah satu hamparan dengan Desa Ring 1 di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang telah mendapatkan Bonus Produksi dari PT Star Energi sebagai penghasil panas bumi di Indonesia.

"Kaitan dengan jalan desa alternatif Cikaret - Tanjungsari, terjadi penurunan tanah amblas, turun kurang lebih 1,5 meter dan tidak bisa dilalui kemudian penanganan juga harus di kaji secara geologi, harus melihat kontur tanahnya stabil atau tidak," terang W R Pelitawan Camat Leuwiliang di Ruangan Kerjanya, kepada wartawan Kamis 23 November 2023.

Jalan amblas sedalam 1,5 meter untuk bisa dilalui kembali, menurut Pelitawan harus diratakan dan diberonjong lebih dahulu, sebagai penanganan bersama dengan UPT V Infrastruktur Jalan dan Jembatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor serta Star Energi.

"Itu bisa saja diratakan kembali, yang tadinya 1,5 meter dibronjong, diratakan kembali. Yang rawan bencana itu desa Purasari dan Puraseda, untuk saat ini kalau dikaitkan dengan kejadian ini, dampak dari Chevron ?, karena itu ring satu juga. Jika dilihat radius jarak dari Chevron, kedua desa tadi dibanding beberapa desa yang ada di kecamatan Pamijahan, Puraseda dan Purasari ini ring satu sama dengan titiknya dengan desa Cibunian dan Purwabakti. Kalau lari kesana harus benar-benar kajian teknis, tapi dilihat dari radius jarak itu desa Puraseda dan Purasari ring satu," terangnya.

Pelitawan melanjutkan, "Dampaknya sama yang dirasakan Purwabakti, kalau dilihat dari karakteristik wilayah hampir sama Purwabakti, Cibunian, Purasari dan Puraseda. Potensi-potensi longsor nya sama, mudah-mudahan ada yang mengkaji bersyukur sekali, apakah kita ada tim untuk mengkaji ulang ?, agar Puraseda Purasari bisa masuk kesitu ?," ungkapnya.

Dalam hal penanganan kejadian Camat menyatakan, sedang diassesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

"Penanganan yang dilakukan pertama kaitan banjir dari bpbd juga sudah turun, mereka melakukan assessment terkait yang terdampak juga, nanti data selesai kami kirimkan dan saya juga belum paham penanganan bencananya seperti apa disana ?. Apakah kejadian kemarin dapat ditetapkan bencana daerah, sehingga nanti ada bantuan dari pemerintahan daerah, yang jelas dampaknya masyarakat lahan pertanian mereka terdampak," ujar Pelitawan.

Dengan kejadian banjir yang berulang di setiap hujan, Pelitawan mengharapkan adanya penanganan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pusat.

"Terkait banjir tadi mungkin harus PUPR pusat, mengatur pengolahan sungainya, kalau sungainya sudah di tata kemudian masih terjadi banjir akibat hujan, berartim misalkan karena sampah, kita bisa memiliki kewenangan untuk sosialiasi kaitan dengan pembuangan sampah, buang sampahnya jangan ke sungai," pungkasnya.