Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proyek Hotmix Aspirasi Dewan Partai Gerindra, Diduga tidak Sesuai RAB

Kabarrilis.com | Tangerang  - Proyek pengerjaan hotmix di Kampung Bahkan RT. 02 RW. 07 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, standart maupun kualitas.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV. Putri Sulung tersebut mempunyai nilai anggaran yang terbilang tidak terlalu besar, kendati demikian proyek tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang tahun 2023 melalui Kecamatan Kelapa Dua ini diduga tak luput dari sasaran korupsi.

Dari pantauan Awak Media di lokasi, kondisi aspal tipis dan hotmix baru digelar sudah mengalami keretakan seperti aspal dengan kualitas rendah yang di pakai pihak kontraktor.

Parahnya, pelaksana proyek tersebut tidak ada di lokasi seakan sengaja, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB.

Sehingga hal itu terkesan buang-buang anggaran, percuma membangun jika hanya mementingkan keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan jangka panjang hasil dari pekerjaannya serta tidak dapat kurang memberi manfaat untuk masyarakat. Rabu, 22/11/2023.

Saat jumpai salah satu pekerja di lokasi, bahwasanya tidak tau siapa pelaksananya.

"engga tahu siapa pelaksananya coba tanya pak RW di depan," ucap pekerja di lokasi.

Awak Media mencoba konfirmasi ke pengawas Kecamatan Kelapa Dua terkait pelaksana proyek tersebut karena tidak sesuai RAB.

"Pelaksana si Embeng adiknya Dewan Sadeli dan saya telpon dari tadi juga engga aktif," jawabnya dari pengawasan.

Diduga proyek ini menjadi ajang Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), pasalnya, menurut informasi dari beberapa narasumber, sepertinya proyek aspirasi dari dewan yang dikerjakan oleh sanak keluarganya sendiri.

Sedangkan Camat Kelapa Dua saat di konfirmasi tentang pekerjaan yang asal-asalan tersebut.

"Sudah nanya ke PPTK kalau itu giat Kecamatan Kelapa Dua," balas Camat.

Sampai berita ini diterbitkan pelaksana dan PPTK Kecamatan Kelapa Dua belum dapat dikonfirmasi.

Laporan  Muhtadin.