Cegah Pelajar Terprovokasi Aksi Unjuk Rasa, Polres Purwakarta Edukasi Siswa SMK Bina Taruna
Irwan Dikwi Situmeang, Jawa Barat || Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Purwakarta, terus menggencarkan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kalangan generasi muda.
Kegiatan digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Pimpin langsung Kanit Polmas bersama personel Satbinmas untuk memberikan edukasi kepada siswa dan siswi SMK Bina Taruna Purwakarta.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di halaman sekolah tersebut, edukasi ini difokuskan kepada pencegahan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi untuk mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta, karena berpotensi membahayakan keselamatan diri serta mengganggu kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM).
Dalam pemaparannya, petugas menegaskan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Para siswa diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi (hoaks), serta menghindari ajakan provokatif yang marak beredar di dunia maya.
Selain isu unjuk rasa, Satbinmas Polres Purwakarta juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja. Petugas memberikan edukasi mendalam terkait bahaya geng motor, tawuran antarpelajar, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang tertentu seperti tramadol dan Hexymer.
"Pelajar diimbau untuk menjauhi pergaulan yang berisiko dan memilih kegiatan positif yang dapat mendukung prestasi serta pembentukan karakter," tegas petugas dalam siaran persnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Polres Purwakarta juga menekankan pentingnya sinergi dengan pihak sekolah, guru, dan orang tua. Pemantauan kehadiran siswa serta aktivitas saat jam pulang sekolah diharapkan dapat menjadi benteng preventif agar pelajar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini, menegaskan bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Adik-adik pelajar harus mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang belum jelas tujuannya. Utamakan pendidikan, jauhi tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan obat-obatan, serta gunakan media sosial secara bijak. Masa depan harus dipersiapkan dengan belajar dan kegiatan yang positif,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia menambahkan, pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui komunikasi serta pengawasan yang baik, pelajar diharapkan dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.
Kegiatan edukasi ini merupakan implementasi dari tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya pada Pasal 13 dan Pasal 14 yang menekankan fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagai upaya preventif.
Dalam konteks perlindungan anak dan remaja, pendekatan yang dilakukan Polres Purwakarta juga sejalan dengan prinsip Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta penerapan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) dalam penanganan kasus yang melibatkan anak. Penyempurnaan regulasi internal kepolisian terus dilakukan untuk memastikan pendekatan yang humanis dan edukatif dalam menghadapi kenakalan remaja, alih-alih mengedepankan hukuman pidana semata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Purwakarta dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat serta mendukung program Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Hengki, S.I.K., M.H., yaitu JABAR AMAN (Antisipatif, Modern, Akuntabel, Nurani).
“Polres Purwakarta mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, taat aturan, dan tidak mudah terprovokasi. Sebab, menjaga masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama,” tutup Tini.


Posting Komentar