KNPI Minta Presiden Evaluasi Kepala BNN RI, Dukung Penuh Aksi Heroik Emak-Emak Labura Grebek Sarang Narkoba
AS, JAKARTA || Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) angkat bicara terkait aksi viral yang dilakukan seorang Ibu (emak - emak) diwilayah Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara, yang nekat menggereb ek barak narkoba seorang diri.
Atas peristiwa tersebut DPP - KNPI menilai aksi heroik yang dilakukan oleh emak emak seorang diri merupakan tamparan keras bagi Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya bagi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN - RI).
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP KNPI, Ahmad Jayani, menyatakan bahwa keberanian emak-emak tersebut adalah bukti nyata puncak keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja pemberantasan narkoba di daerah.
"Aksi Ibu di Labura yang membongkar sarang narkoba sendirian itu sangat luar biasa dan wajib kita dukung penuh. Namun, di sisi lain, ini adalah rapor merah yang memalukan bagi aparat.
Ke mana BNN? Mengapa warga sipil, bahkan seorang ibu, harus bertaruh nyawa melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara?" ujar Ahmad Jayani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Melihat kondisi darurat ini, Ahmad Jayani mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi kepemimpinan di tubuh BNN RI. Menurutnya, pembiaran barak narkoba yang beroperasi bebas hingga harus digerebek warga mencerminkan lemahnya fungsi dan penindakan BNN di tingkat bawah.
"Kami meminta Bapak Presiden segera mengevaluasi Kepala BNN RI. Sinergi dan ketegasan BNN dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya harus dipertanyakan jika gubuk-gubuk transaksi sabu bisa berdiri subur di tengah pemukiman tanpa tersentuh hukum," tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Jayani menegaskan bahwa DPP KNPI menginstruksikan seluruh jajaran pemuda KNPI di Sumatra Utara untuk mengawal kasus ini. KNPI berkomitmen memberikan perlindungan dan dukungan moral kepada ibu tersebut agar terhindar dari potensi intimidasi atau aksi balas dendam dari jaringan bandar narkoba.
"KNPI berdiri bersama emak-emak berani. Pemuda siap menjadi benteng pertahanan bagi warga yang vokal melawan narkoba. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berjuang sendirian melawan kejahatan luar biasa ini," pungkas Ahmad Jayani.


Posting Komentar