-->

Iklan

Jembatan Penghubung Antar Kampung Kebutuhan Mendesak Warga Cibeber 2

Admin Kabarrilis.com
Wednesday, July 10, 2024, 2:21 AM WIB Last Updated 2024-07-09T19:23:06Z
masukkan script iklan disini


ipay, kabarrilis.com - Kabupaten Bogor || Keprihatinan tampak dengan nyata di antara kita, pemerataan pembangunan belum seutuhnya dapat dirasakan, oleh sebagian warga yang tinggal di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat.


Sementara menurut ceritera, menjelang pemilihan Presiden dan Wakil. Presiden yang dilaksanakan bersama Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) di tahun 2024 lalu, konon katanya wilayah Bogor Barat akan menjadi Kabupaten Baru.


Salah satu penunjang utama untuk area atau wilayah yang akan dimekarkan, itu pencirinya adalah pemerataan di bidang pembangunan infrastruktur yang secara merata sampai pelosok Kampung.


Namun apa yang terjadi ?, pada saat ini wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat, masih tampak dengan mata telanjang, warga ssrta Pelajar Sekolah Dasar (SD) melintasi Sungai dengan turun langsung dan membuka alas kaki.


Persoalan itu disampaikan oleh seorang tokoh masyarakat di Kampung Legok Binong, Aang yang merasa prihatin atas keadaan yang dialami nya yang setiap hari melakukan aktivitas.


"Tanpa adanya jembatan penghubung, setiap kali beraktivitas keseberang sana kami harus melewati dengan memotong jalur sungai secara langsung.


Yang lebih memprihatinkan lagi adanya para pelajar yang berangkat ke sekolah, terlebih lagi ketika air sungainya meluap atau banjir," ungkap Aang.


Kepada wartawan kabarrilis.com, Aang menyampaikan harapan kepada semua stakeholder pemangku kebijakan untuk memperhatikan lebih fokus kepada hal - hal yang nyata di masyarakat.


"Tolonglah kepada pemangku kebijakan semuanya sekali-kali turun, melihat dan rasakan keadaan dibawah, khususnya wilayah Kampung Legok Binong Lebak Dusun 2 berseberangan dengan dusun 3 Kampung Sukamaju.


Kampung Legok Binong Lebak Dusun 2 dan Kampung Sukamaju Dusun 3 ada di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Bagian Barat," katanya.


Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diharapkqn semua pihak, di bawah pimpinan Kepala Desa (Kades) Cibeber 2 Suarjo, Aang bersama warga lainnya bergotongroyong. 


"Sambil kita usulkan dalam musrenbang desa, warga bersama Bapak Suarjo itu melakukan gotongroyong, bentuk dari antisipasi kekhawatiran," ucapnya.


Terpisah ketika dikonfirmasi wartawan, Suarjo membenarkan lokasinya berada di Desa Cibeber 2, namun mengingat anggarannya yang lumayan tinggi dan belum tercover Dana Desa {DD). 


"Sambil kita upayakan, kami berharap ada bantuan dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan dari tingkat Kabupaten maupun Provinsi, untuk membantu masyarakat untuk bisa membangun jembatan yang layak. 


Agar masyarakat kami yang lalu lalang beraktifitas beserta anak - anak sekolah tidak lagi harus menyebrangi langsung ke sungai, dengan melepas sbadal atau sepatunya,


Karena tatkala musim hujan tiba air yang mengalir cukup deras dan air kali yang mulai meluap, jembatan yang sudah di buat secara bergotong royong swadaya masyarakat ini, terkadang terbawa oleh air diterjang hingga hanyut terbawa air, 


Maka dari itu, kami Pemerintah Desa Cibeber 2 Leuwiliang, berharap kepada pemerintah setempat terutama DKPP diringkat kabupaten mau pun Provinsi dapat membantu kami.


Untuk menciptakan jembatan penyeberangan, bagi penghubung 2 dusun serta 2 kampung, agar dapat ter realisasi secepat mungkin," beber Suarjo dengan tegas.

POLITIK

+