--> iklan
  • Jelajahi

    Copyright © KABAR-RILIS NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ad Sticky

    Iklan

    Mangkraknya Proyek Jalan Kiarasari, Warga Geruduk Kantor UPT VI Cigudeg

    Admin Kabarrilis.com
    Friday, January 12, 2024, 5:46 pm WIB Last Updated 2024-01-12T10:46:24Z
    masukkan script iklan disini

    Laporan : Ipay ||

    Kabarrilis.com, Bogor - Warga Kiarasari Kecamatan Sukajaya, yang tergabung dalam Rempas Pasir Pari, menggerudug Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, Unit Pelayanan Tehnik (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg Jum'at 12 Januari 2024.

    Aksi ratusan warga yang mendatangi Kantor UPT tersebut, menyampaikan tuntutan terkait mangkraknya proyek pekerjaan jalan Cigudeg - Kiara Sari - Cisangku.

    Aksi demo diwarnai pembakaran ban bekas, dihalaman Kantor PUPR UPT VI, sebagai wujud kekecewaan dari warga Kiarasari atas proyek jalan yang tidak kunjung usai.

    Menurut Jujun, Ketua koordinator aksi demo di PUPR UPT VI Cigudeg, estimasi peserta yang datang berjumlah sekitar 100 orang.

    "Terdiri dari masyarakat desa kiarasari dan mahasiswa Kiarasari, kedatangan kami kesini mempertanyakan nasib pengerjaan proyek rekonstruksi jalan cigudeg- - Kiarasari - cisangku. Yang sampai pada saat ini belum selesai dan sudah lewat masa kontraknya," ungkap Jujun.

    Dalam kesempatan itu, Bobi Wahyudi yang menemui warga pengunjuk rasa mengatakan, saat ini pekerjaan proyek sedang dilaksanakan.

    "Yang pasti saya sudah melihat kondisi jalannya seperti apa, sehingga akhirnya sekarang ini sudah bisa berjalan kondisi betonisasi sudah mulai dilaksanakan," katanya.

    Bobi Wahyudi menyatakan, terlambat nya pekerjaan proyek bermula dari tim pelaksana, namun sejak tanggal 28 Desember 2023, penyedia barang dan jasa siap melanjutkannya.

    "Ketika saya fokus untuk menyelesaikan pekerjaan ini, tidak selesai pada akhir tahun ini, tetapi mekanismenya adalah pengadaan barang dan jasanya, secara kontrak mereka siap menyelesaikan sisa pekerjaan dengan denda selama 50 hari kalender," tetangnya.

    Dalam kesempatan itu, Bobi Wahyudi menyampaikan keinginan yang sama dengan para pendemo, bahwasanya ingin segera pekerjaan jalan Kiarasari bisa dilaksanakan sesuai target akhir.

    "Nah sekarang ini belum juga 15 hari, jadi kalau memang warga Kiarasari ingin segera selesai sama dengan kami juga. Jadi mohon dukungannya mudah mudahan tidak lama tidak sampai 50 hari dapat terselesaikan," pungkasnya.

    Politik

    +