Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

wa

Kades Karacak : Program Ketahanan Pangan Sinergi Bersama UMKM

 

Laporan : Ipay ||

Kabarrilis.com, Bogor - Onas Hestiani Kepala Desa Karacak, bersama jajaran Pemerintah Kecamatan (Pemcam) dan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) III wilayah Leuwiliang, Lounching program ketahanan pangan.

Program ketahanan pangan hewani dari Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berupa domba garut dan untuk Nabatinya penanaman bibit nanas dan pohon pisang lokallokal serta padi.

Dana Desa (DD) Karacak tahun 2023, sebagai sumber anggaran yang diserap untuk membiyayai program ketahanan  pangan hewani dan nabati.

"Program ketahanan pangan untuk desa karacak ini, kita punya beberapa komoditi unggulan, dari hewani yang sudah berjalan yaitu kambing ada tiga kelompok," ungkap Onas Hestiani.

Menurutnya selain Domba, ikan menjadi pilihan dari komoditi hewani, disamping jenis ketahanan pangan Nabati, menjadi bidikan yang diminati kelompok tani di dalam menunjang pergerakan ekonomi masyarakat.

"Lalu ada ikan juga sebagai komoditi hewani, termasuk Nabatinya yang pada hari ini kita launching, yang berada di dua lokasi. Untuk nanas lokal yang ada di RW 08 dan pisang lokal yang ada di RW 04, sementara usulan dari wilayah RW, 03, 09 dan 10 itu berupa bibit padi," tegas Wanita yang menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Leuwiliang.

Dalam kesempatan itu,  Onas Hestiani merinci 10 Kelompok Tani (Poktan), sebagai penerima manfaat Program Ketahanan Pangan Desa Karacak.

"Semuanya sebagai anggota dari Gapoktan Karya Tani Desa Karacak, nama kelompok taninya adalah Suka Tani, Karya Mekar, Karya Manggala, Manggis Lestari, Karya Harapan Mukti.

Terus yang lima lagi itu adalah kelompok tani Sumber Jaya, Bahagia Tani, Harapan Mandiri, KWT Karya Mekar dan DG Farm Karya Mekar," Urainya. 

Onas optimistis, di program ketahanan pangan hewani dan nabati yang sedang dijalankan, dapat dikembangkan lebih lanjut jika disinergikan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Karacak.

"Karena kita ini baru mulai, Insya Allah untuk kedepannya ini akan diperluas lagi, agar bisa menjadi pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Artinya sudah bersinergi dengan umkm, kebanyakan masyarakat desa Karacak petani, mudah-mudahan ini menjadikan  solusi sebagai jalan bagi mereka untuk menambah sumber penghasilan," ujarnya bersemangat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Manggala di wilayah RW 04 Payumi mengatakan, jenis pisang olahan yang ditanamnya denga lahan seluas dua hektar.

"Pisang tanduk pisang uli, pisang kepok dan pisang abu. Lahan yang digarapnya sekitar dua hektar, yang sudah ditanami baru satu hektare," katanya.

Sebelumnya, Asep Budi Hernawan dari Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) III Leuwiliang mengaku siap mendampingi kelompok tani, didalam mensukseskan program ketahanan pangan Desa Karacak.

"Program ini melalu ketahanan pangan dari dana desa, pilot project nya bukan dari BPP atau pun dina, akan tetapi dari pemerintahan desa. Kami dari penyuluh siap mendampingi kelompok-kelompok yang ada di desa Karacak ini," katanya.