Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

wa

Diduga Pemerintahan Kecamatan Curug, Kongkalikong dengan Para Kontraktor

Kabarrilis.com   |  Tangerang  -  Kedatangan Ketua Media Center Tangerang Tengah sekaligus Wakil Pimpinan Redaksi media online Kabarrilis.com dan Kabiro AesenNews.com Dedi ke kantor Kecamatan Curug untuk konfirmasi tentang pekerjaan Betonisasi di Perumahan Graha Indah Curug yang di kerjakan CV. Tirta Kecana Putra yang diduga tidak sesuai RAB, yang sudah tayang di beberapa Media Online

Pasalnya, pelaksana kegiatan CV. Tirta Kencana Putra diduga mengurangi volume beton tanpa memikirkan spesifikasi, standart maupun kualitas dari hasil kerjanya. Kamis, 30/11/2024.

Muhtadin,Ketua Media Center Tangerang Tengah sekaligus wakil pimpinan redaksi Kabrrilis.com membuat janji ingin bertemu dengan Camat dan Sekcam Curug untuk konfirmasi pekerjaan yang tidak sesuai RAB.

"Izin menghadap pak, hendak konfirmasi proyek yang di GIC," tulis pesan whatsapp.

Karena Muhtadin sudah di kecamatan lalu menginfokan ke Camat bahwasannya sudah menunggu di depan ruangan.

"Sebentar ya pak, saya lagi ada tamu dan nanti jam dua lantik Dewan Hakim," balas Arief Camat Curug.

Namun sayang, Camat Curug hanya membiarkan Muthadin menunggu hingga 3 jam lebih diduga Camat alergi dengan kedatangan Ketua Media Center Tangerang Tengah.

Sedangkan Angga Sekertaris Camat (Sekcam) saat di konfirmasi adanya Muthadin yang menunggu hingga pukul 5:00 Waktu Indonesia Barat.

"Abang saya arahin ke Alif tadi kan, ada miskomunikasi ini, sorry ya bang... namanya juga orang lagi ribed ngurusin persiapan MTQ segala macem kudu disiapin... harap maklum," balas Angga melalui pesan Whatsapp.

Hingga kekecewaan Muhtadin ke pemerintahan Kecamatan Curug yang tidak mau menemuinya sehingga ada duggan pemerintah Kecamatan Curug ada main mata / kongkalikong dengan para kontraktor.

"Ada apa dengan Kecamatan Curug hingga tidak mau menemui ??? apakah karena adanya jual beli proyek pemerintah ke kontraktor atau takut kalau Camat dan jajarannya sudah mendapatkan gratifikasi," tegas Muhtadin dengan raut kekecewaan. (Reed)