-->

Iklan

Pendekatan Penangan Hukum R (14) Siswa Pembakar Sekolah Sendiri di Temangung wajib menggunakan Pendekatan Anak sebagai pelaku dan Korban.

Admin Kabarrilis.com
Sunday, July 02, 2023, 10:38 PM WIB Last Updated 2023-07-02T15:41:24Z
masukkan script iklan disini
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberi keteranganpers di Jakarta Minggu 02/07.



Laporan : Muhtadin

Kabarrilis.com  | Jakarta  - Penanganan kasus anak berinial R berusia 14 tahun siswa kelas VII SMP Pringsewat, Temanggung yang membakar sekolahnya sendiri di Temanggung lantaran terus berulang mendapat dan mengalami perundungan dari teman-teman sekolahanya yang dilakukan Polres Temanggung adalah berlebihan dan gagal paham terhadap hak-hak anak yang diatur UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan dijamin oleh Undang-undang Perlindungan anak. 

"Setiap anak wajib dilindungi hak-haknya dalam situasi apapun..apalagi dalam ekspos yang dilakukan Polres Temanggung beberapa waktu lalu menghadirkan pelaku di hadapan publik dengan kawalan Polisi lengkap dengan menggunakan laras panjang.."ini ekspos berlebihan dan tidak sensitip terhadap hak anak", apalagi usia pelaku dalam perkara ini masih berusia 14 tahun"..

Atas peristiwa ini, Komisi Nasional Perlindugan Anak mendesak Komisi Nasional Polisi Nasional (KOMPOLNAS) dan Kapolda Jawa Tengah untuk menangani perkara ini secara adil dan menggumakan pedekatan anak sebagai pelaku dan korban.

Apa yang dilakukan Polres Temanggung itu merupakan pelanggaran terhadap hak anak dan gagal paham terhadap hak anak baik anak sebagai pelaku dan korban.

Dilihat dari latar belakang tindak pidana yang dilakukan. "R dapat dikategorilan sebagai pelaku maupun korban. Dengan demikian pelaku harus mendapat penanganan dan pendekatan yang mempunyai perspektif anak.

R (14) diekspos dihadapan publik oleh Polres Temanggung dengan Laras Panjang

Dan untuk memastikan pelaku mendapat perlindungan atas perbuatan anak sebagai pelaku selaligus korban, Komnas Perlindungan Anak selain mendesak Irwasum Mabes Polri, Kapolda Jawa Tengah dan Kompolnas untuk menangani proses hukum pelaku, Komnas Perlindungan anak juga akan menurunkan Tim Litigasi dan Advokasi untuk Rehabilitasi Sosial Anak Komnas Anak Jawa Tengah untuk mengawal proses hukum anak sebagai pelaku, aulun korban, ucapnya  Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media dalam keterangan persnya di Jakarta Minggu 02/07.

Arist Merdeka dalam keterangan persnya juga menjelaskan" bahwa berdasarkan UU RI Nomor : 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Anak junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak pelaku harus mendapat perlindungan khusus sebagai anak.

Mengingat pelaku pembakaran sekolahnya sendiri masih dalam usia anak, maka penanganannya pun wajib menggunakan pendekatan anak sebagai pelaku dan korban anak" Jelanya Arist Merdeka Sirait

Lebih lanjut dikatakan Arist Merdeka Sirait" Oleh karenanya Identitas, maupun wajah anak tidak dibenarkan di ekspos. Demikian juga ancaman hukumannya pun tidak lebih dari 10 tahun penjara. Sidangnya pun harus tertutup dan kemudian ditempatkam di rumah sosial kesejahtraan anak yang di sediakan pemerintah, jelas Arist..

"Melihat latar belakang perkara lembakaran sekah ya g dilakukan R (14)ini, Komnas Perlindungan Anak mendesak Polres Temanggung agar menggunakan pendekatan hukumnya anak sebagai pelaku dan korban. "saya percaya Polres Temanggung punya perspektif hak anak" Pungkasnya. Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindun gan Anak.

POLITIK

+