Peristiwa
Drastisnya Orderan, Penghasilan Ojol Dan Tidak Sesuainya Dengan Resiko Di Jalanan ...
JAKARTA, KABARRILIS.COM - Usaha keras memang tidak bakal menghianati hasil." Ungkapan klasik inilah yang diharapkan oleh beberapa pengemudi ojek online (ojol), meski bukan menjadi idaman pekerjaan bagi kebanyakan orang. Namun hanya sekedar sebagai memenuhi ketidakpastian kebutuhan hidup sehari-hari.
Para driver ojol ini bahkan meraih pendapatan tak menentu dan merasa hal tersebut kurang menjanjikan untuk menghidupi keluarga, Moda transportasi berbasis online ini sebenarnya sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang tidak bisa terlepas dari rutinitas sehari-hari untuk memenuhi keinginan masyarakat dalam hal transportasi, pengantaran barang dan pemesanan makanan dan lainnya.
Namun dibalik kisah yang di alami oleh seorang pengemudi driver wanita (lady ojol). yang akrab disapa mpok Yuyun (39) saat di temui awak media kabarrilis.com pada hari Minggu (14/02-2021) menuturkan, merasa resah dengan sepinya orderan hingga untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari tidak tercukupi dan ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid`19 sampai saat ini yang tidak kunjung usai.
"Bekerja (on bid) istilah ungkapan para ojol, dari pagi sampai malam hanya mendapatkan penghasilan seratus ribu rupiah itupun belum termasuk biaya makan dan bensin," Ucap Mpok Yuyun (39) seorang janda yang memiliki dua orang anak. Saat mengatakan ditempat tongkrongannya, Resto Gold Chick di Jalan A Karang Anyar, kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat.
Mpok Yuyun (39) dalam menjalani hidup sehari-hari sebagai driver lady ojol menuturkan bahwa profesi yang di gelutinya selama sekitar tiga tahun, tidaklah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup pribadi beserta kedua anaknya. Belum lagi kebijakan aturan serta sistem kesewenangan yang dikeluarkan oleh penyedia jasa transportasi berbasis online (aplikator) tidak memenuhi sesuai dengan apa yang diharapkan para pengemudi ojek online yang berjuang demi memenuhi layanan kepada penumpang (customer)" Pungkasnya.
Pewarta, Edgar Oetomo
Editor : J. Harbono
Via
Peristiwa

Posting Komentar