-->

Iklan

Polres Metro Jakbar, Kejar Terduga Pelaku Penusukan Imam Musholla Uswatun Hasanah

Admin Kabarrilis.com
Sunday, May 19, 2024, 7:21 PM WIB Last Updated 2024-05-19T14:27:35Z
masukkan script iklan disini

Yudianto, kabarrilis.com - Jakarta |


Imam Musholla berinisial MS (71) diduga ditikam oleh sosok misterius di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis dini hari 16 Mei 2024.


Atas peristiwa penikaman itu, kini Polisi membururu pelaku dengan membentuk tim penanganan khusus, gabungan dari Polres Jakarta Barat bersama Reskrim Polsek Kebon Jeruk.


"Penyidik gabungan yang berasal dari Polres Jakbar dan Reskrim Kebon Jeruk, sudah dibentuk menjadi satu tim, untuk sama-sama bergerak mencari keberadaan pelaku," ujar Kombes Pol M. Syahduddi Kapolres Metro Jakarta Barat di Kantornya, Jumat 17 Mei 2024.


Kombes Syahduddi menyatakan, Polisi telah memeriksa 3 orang saksi, terkait kasus penikaman yang menyebabkan MS tewas, setelah dilarikan ke Rumah Sakit.


"Ada 3 orang saksi yang kami periksa, Polisi juga telah memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian serta memeriksa jalur yang dilintasi oleh pelaku sebelum dan sesudah kejadian.


Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan, dengan mengumpulkan petunjuk maupun bukti - bukti serta keterangan saksi-saksi yang ada di TKP.


Melakukan penelusuran terhadap CCTV yang ada di sekitar TKP, terkait dengan kedatangan pelaku dan juga lintasan jalur yang digunakan pelaku, Berdasarkan hasil visum korban tewas karena luka tusuk di bagian belakang kanan tubuhnya," ungkap Syahduddi.


Menurut Supriyadi seorang saksi di lokasi kejadian mengatakan, penikaman terjadi di tempat wudu Musholla Uswatun Hasanah.


"Pas waktu azan subuh kan langsung naik ke atas tuh (lantai atas musholla). Saya lagi salat sunnah dua rakaat, enggak lama pak ustaz teriak dua kali 'maling, maling'. Enggak lama jemaah pada turun (menuju tempat wudu) lihat si korbannya sudah berdarah-darah," katanya di lokasi.


Supriyadi mengatakan korban ditusuk pada punggung bagian kanan.


"Pas kejadian saya enggak lihat karena di tempat wudu itu kan gelap. Salatnya di atas, jadi enggak ada yang tahu. Tahunya pas korban sudah berdarah saja," kata Supriyadi.

POLITIK

+